Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Mukhamad Fadhir mahasiswa Bimbingan dan Konseling Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta yang akan membagikan sedikit tentang Pengembangan Media dan Instrumen Bimbingan dan Konseling. Semoga segala yang ada dalam site saya bermanfaat bagi para pembaca dan bisa memberikan sumbangan gagasan atau ide dalam mengembangkan media dan instrumen Bimbingan dan Konseling yang menarik bagi peserta didik. Sekian ^^ Wassalamualaikum Wr. Wb.

  • Pengembangan Skala Psikologi dalam Bidang Karir

    Kematangan karir adalah tahap di mana seseorang telah mencapai tingkat kemajuan, pengalaman, dan keterampilan yang memungkinkannya untuk mengambil peran yang lebih tinggi atau mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam karirnya. Kematangan karir biasanya tercapai melalui kombinasi faktor seperti pengalaman kerja, pengembangan keterampilan, pendidikan, dan pemahaman yang mendalam tentang bidang kerja yang relevan.

  • Bimbingan dan Konseling

    Menurut Mulyadi (2016: 60) Bimbingan dan Konseling merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang konselor kepada individu (Klien) yang mengalami masalah baik pribadi, sosial, belajar, karier dengan harapan klien mampu membuat pilihan dalam menjalani hidupnya.

  • Pengembangan Skala Psikologi dalam Bidang Pribadi Sosial

    Kecemasan komunikasi merujuk pada perasaan cemas atau ketidaknyamanan yang muncul saat berinteraksi dengan orang lain secara verbal atau nonverbal. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai situasi komunikasi, baik dalam percakapan sehari-hari, presentasi di depan umum, pertemuan bisnis, atau dalam hubungan personal.

  • Cara Menumbuhkan Sikap Percaya Diri

    Percaya diri adalah keyakinan dalam kemampuan dan nilai-nilai pribadi seseorang. Ini melibatkan memiliki keyakinan kuat dalam diri sendiri, kemampuan untuk mengatasi tantangan, dan percaya bahwa Anda layak sukses dan bahagia. Percaya diri memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, karier, dan kesejahteraan pribadi.

  • Pengembangan Instrumen Evaluasi Konseling Pendekatan Solution Focused Brief Therapy

    Menurut (Rostini, 2021) yang menyatakan bahwa Solution Focused Brief Therapy (SFBT) sebagai salah satu bentuk pendekatan yang efektif dan efisien karena memerlukan waktu yang singkat dalam penerapanya. Pendekatan ini sangat membantu konseli untuk menemukan solusi dan memecahkan suatu permasalahan, karena pikiran konseli akan dibimbing untuk focus pada solusi sehingga mengesampingkan masalah. Pendekatan SFBT ini juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah seperti meningkatkan pengelolaan diri, mengurangi gairah remaja dan membantu orang-orang yang sedang mencari jati dirinya.

BIMBINGAN DAN KONSELING

 


A.    Pengertian

Menurut Mulyadi (2016: 60) Bimbingan dan Konseling merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang konselor kepada individu (Klien) yang mengalami masalah baik pribadi, sosial, belajar, karier dengan harapan klien mampu membuat pilihan dalam menjalani hidupnya.

Menurut Tohirin (2009: 26) bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbig kepada individu melalui  pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya agar konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya seta mampu memecahkan masalahnya sendiri.

Sehingga bimbingan dan konseling merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang di hadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.

B.     Prinsip Prinsip Bimbingan dan Konseling

Menrut Prayitno dan Amti dalam Mulyadi (2016: 71), mengatakan bahwa prinsip-prisip bimbingan dan konseling pada umumnya berkenaan dengan sasaran pelayanan, masalah klien dan proses penanganan masalah, program layanan dan penyelenggaraan pelayanan untuk lebih jelasnya di uraikan dibawah ini :

a.       Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan dengan sasaran layanan

1)      Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama, dan status sosial ekonomi.

2)      Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.

3)      Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap-tahap dan berbagai aspek perkembangan individu.

4)      Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanan.

b.      Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan masalah individual atau klien.

1)      Bimbingan dan konseling berhubungan dengan hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental atau fisik individu terhadap penyesuaian dirinya baik itu dirumah, di sekolah, dan lain-lain.

2)      Kesenjangan sosial, ekonomi, dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu sehingga menjadi perhatian utama dalam pelayanan bimbingan dan konseling.

c.       Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan program pelayanan

1)      Bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu.

2)      Program bimbingan dan konseling harus fleksibel.

3)      Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan yang rendah sampai yang tertiggi.

4)      Pelaksanaan bimbingan dan konseling hendaknya diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sejauh mana manfaat yang diperoleh.

d.      Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan.

1)      Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing dirinya sendiri dalam menghadapi masalah.

2)      Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil atas kemauan individu itu sendiri bukan kemauan pihak lain.

3)      Permasalahan individual harus ditangani oleh tenaga yang ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.

4)      Kerja sama antara guru pembimbing, guru-guru, dan orang tua anak.

5)      Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses layanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri.

C.    Fungsi Bimbingan dan Konseling

Menurut Sutirna (2013: 21) pelayanan bimbingan dan konseling mempunyai fungsi yang integral dalam keseluruhan proses pendidikan dan pembelajaran. Fungsi-fungsi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a.   Fungsi Pemahaman

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (konseli) dan lingkungan (pendidkan pekerjaan dan norma agama). Berdasarkan pemahaman yang ini, konseli di harapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

b.   Fungsi Fasilitasi

Memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras, dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseling.

c.   Fungsi penyesuaian

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

 d.  Fungsi Penyaluran

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan, atau program studi, dan memantapkan penguasaan karier atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri- ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendididkan.

e.   Fungsi Adaptasi

Yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah, konselor, dan tutor untuk menyesuikan program pendidikan terhadap latar belakang pendididkan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing atau konselor dapat membantu para tutor dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi, dan memilih metode proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemapuan dan kecepatan konseli.

f.    Fungsi Pencegahan (preventif)

Yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.

 g.  Fungsi Perbaikan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak.Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola fikir yang sehat, rasional, dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehedak yang produktif dan normative.

h.   Fungsi Penyembuhan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif.ungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberi bantuan kepada konseli yang telah memahami masalah, baik menyangkut aspek sosial atau pribadi, belajar, dan karir.

i.        Fungsi Pemeliharaan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercapai dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktifitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program yang menarik, kreatif dan fakultatif (pemilihan) sesuai dengan minat konseli.

j.    Fungsi Pengembangan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lain nya.Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif yang memfasilitasi perkembangan konseli.

D.    Tujuan Bimbingan dan Konseling

Menurut Mulyadi (2016: 62 ) secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya melalui aspek pribadi-sosial (afektif ), aspek belajar (akademik/kognitif), dan karier (psikomotor).

a.   Tujuan bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan aspek pribadi-sosial yaitu :

1)   Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan, dengan teman-teman sebaya dan sekolah.

2)   Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragamalain, saling menghormati dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing.

3)   Pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menanyakan dan tidak menanyakan mampu merespon secara positif sesuai dengan ajaran yang dianut.

4)   Pemahaman dan peneriamaan diri secara objektif.

5)   Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain.

6)   Rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas dan kewajibannya.

7)   Kemampuan dan berintegrasi sosial, yang mewujudkan dalam bentuk hungungan persahabatan dan lain-lain.

8)   Kemampuan dan menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.

9)   Mampu mengambil keputusan secara efektif.

b.   Tujuan bimbingan dan konseling terkait aspek belajar yaitu :

1)   Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mingkin muncul dalam proses yang dialaminya.

2)   Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang di programkan.

3)   Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.

4)   Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.

5)   Memiliki kesiapan mental dalam kemampuan untuk menghadapi ujian.

c.   Tujuan bimbingan dan konseling terkait aspek karier Yaitu :

1)   Memiliki pemahaman diri ( kemampuan, minat, dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.

2)   Memiliki pengetahuan dengan dunia kerja dan informasi karier yang menunjang kematangan kopetensi karier.

3)   Memiliki sifat positif terhadap dunia kerja.

4)   Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecendrungan kearah karier.

5)   Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat.

 

Share:

BIOGRAFI PENULIS

 BIOGRAFI PENULIS

Mukhamad Fadhir merupakan mahasiswa Pascasarjana (S2) Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022 Universitas Negeri Yogyakarta, lahir di Tuban pada tanggal 01 April 1998. Penulis bertempat tinggal di Lamongan, Jawa Timur. Dari pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh kuliah penulis berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Website yang disusun semoga dapat bermanfaat dan mampu membantu orang lebih baik dalam menulis atau menyusun pengembangan instrument bimbingan dan konseling serta memberikan sumbangsih pikiran pada diri masing-masing individu.


Share:

KARIR

 KARIR
CARA MEMILIH KARIR DENGAN TEPAT


Share:

BELAJAR

 BELAJAR
CARA MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR


Share:

PRIBADI SOSIAL

 PRIBADI SOSIAL
CARA MENUMBUHKAN SIKAP PERCAYA DIRI


Share:

KARIR

 KARIR
METODE SMART: PERENCANAAN KARIR



Share:

BELAJAR

 BELAJAR
Poster Fokus Belajar Ala Siswa



Share:

Poster Percaya Diri

 PRIBADI SOSIAL

Poster Percaya Diri



Share:

EVALUASI KONSELING




PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI KONSELING
PENDEKATAN SOLUTION FOCUSED BRIEF THERAPY

 Tujuan dalam pengembangan pengembangan instrumen evaluasi konseling “Solution Focused Brief Therapy” adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi konseli dalam konseling dengan pendekatan Solution Focused Brief Therapy.

A.    Definisi Konseptual

Menurut (Rostini, 2021) yang menyatakan bahwa Solution Focused Brief Therapy (SFBT) sebagai salah satu bentuk pendekatan yang efektif dan efisien karena memerlukan waktu yang singkat dalam penerapanya. Pendekatan ini sangat membantu konseli untuk menemukan solusi dan memecahkan suatu permasalahan, karena pikiran konseli akan dibimbing untuk focus pada solusi sehingga mengesampingkan masalah. Pendekatan SFBT ini juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah seperti meningkatkan pengelolaan diri, mengurangi gairah remaja dan membantu orang-orang yang sedang mencari jati dirinya.

B.     Definisi Operasional

Menurut Mulawarman (Pratini & Afifah, 2018) mengungkapkan bahwa Solution Focus Brief Therapy SFBT merupakan sebuah pendekatan terapi atau konseling yang memiliki konsep sederhana dan mudah, serta pada sisi praktikalnya lebih difokuskan pada bagaimana mencari pemecahan (solusi) masalah. Pengertian lain juga dikemukakan oleh Syarafuddin & Muzanni (2018) bahwa SFBT didefinisikan sebagai salah satu model pendekatan terapi atau konseling yang berorientasi pada solusi dengan tujuan lebih spesifik yaitu proses pembangkitan kesadaran dan membuat pilihan secara sadar. Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa SFBT merupakan sebuah pendekatan konseling yang memiliki konsep lebih sederhana dan mudah, serta dalam praktiknya lebih menekankan pada pemecahan masalah daripada mencari masalahnya.

Pendekatan Reality Therapy memiliki ciri-ciri berbeda dengan pendekatan lainnya.

Indikator dalam evaluasi proses dengan menggunakan pendekatan Solution Focused Brief Therapy (SFBT) diantaranya:

a.       Pembinaan hubungan baik

b.      Identifikasi masalah yang dapat dipecahkan

c.       Penetapan tujuan

d.      Merancang dan melaksanakan intervensi

e.       Terminasi, evaluasi, dan tindak lanjut

C.    Kisi-Kisi Evaluasi Proses

Variabel

Indikator

 

Respon Konseli yang Teramati

Jumlah

Butir

Evaluasi

Proses 

Pembinaan hubungan baik

1.

Konseli menjawab dengan ramah pertanyaan konselor

4

2.

Konseli berperilaku sopan kepada konselor

3.

Konseli bersedia mengisi informed consent

4.

Konseli menyanggupi kesepakatan proses konseling

Identifikasi masalah yang dapat dipecahkan

5.

Konseli mampu meluapkan kegelisahnnya

4

6.

Konseli mengungkapkan masalah yang dirasakan

7.

Konseli menyampaikan upaya yang sudah dilakukan klien

8.

Konseli dapat menilai derajat masalah

Penetapan tujuan

9.

Konseli mampu mengungkapkan hal-hal yang ingin dicapai

2

10.

Konseli mampu menetapkan tujuan yang ingin dicapai

Merancang dan menetapkan intervensi

11.

Konseli mampu menyusun langkahlangkah untuk mencapai tujuan

3

12.

Konseli dapat mempertimbangkan keuntungan dan kerugian masing-masing alternatif

13.

Konseli mau menerima tugas/ pekerjaan rumah dari alternatif solusi

Terminasi,

Evaluasi, dan

Follow Up

14.

Konseli mampu mengungkapkan garis besar proses konseling

4

15.

Konseli dapat menilai ulang derajat setelah proses konseling

16.

Konseli memutuskan adanya konseling selanjutnya (bila diperlukan)

17.

Konseli yakin dapat mengaplikasikan solusi yang telah ditetapkan

Jumlah

17





































D.    Kisi-kisi dan Indikator Evaluasi Hasil Konseling (SFBT)

Indikator dalam evaluasi hasil dalam pendekatan Solution Focused Brief Therapy (SFBT) diantaranya:

a.       Pemahaman baru

b.      Perasaan positif

c.       Rencana pasca layanan

Kisi-Kisi Evaluasi Proses

Variabel

Indikator

Pernyataan

Jumlah

Butir

Evaluasi

Hasil

Pemahaman

Baru

Saya yakin jika setiap masalah memiliki solusi

4

Saya mengetahui apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah

Dengan kemampuan yang saya miliki, saya mampu menentukan solusi

 Lebih baik mencari solusi daripada meratapi masalah yang dimiliki

Perasaan

Positif

Solusi yang saya dapat dari proses konseling bermanfaat bagi saya

4

Saya nyaman mengikuti proses konseling

Setelah mengikuti layanan konseling saya merasa lega

Saya merasa senang karena dalam layanan konseling saya diterima dengan baik

Rencana

Kegiatan

Saya tahu apa yang harus saya lakukan setelah mengikuti proses konseling

3

Saya akan fokus mengembangkan kelebihan saya

Pasca

Layanan

Saya akan mempertimbangkan resiko dari setiap keputusan yang saya ambil

 

Jumlah

11

 D. Lembar Evaluasi Proses

Layanan Konseling Lembar Evaluasi

 

Konselor                                  : ………………………………………………………………….

Konseli                                    : ………………………………………………………………….

Pertemuan Ke-                        : ………………………………………………………………….

Pendekatan Konseling            : Solution Focus Brief Counseling (SFBC)

 Berikan tanda ceklis (√) pada kolom jawaban yang tersedia, dengan kriteria sebagai berikut :

Pilihan 1, jika  : Keadaan tersebut 0 – 25% sesuai dengan kondisi diri anda

Pilihan 2, jika  : Keadaan tersebut 26% - 50% sesuai dengan kondisi diri anda

Pilihan 3, jika  : Keadaan tersebut 51% - 75% sesuai dengan kondisi diri anda

Pilhan 4, jika   : Keadaan tersebut 76% - 100% sesuai dengan kondisi diri

No

Respon Konseli yang Teramati

1

2

3

4

1.                   

Konseli menjawab dengan ramah pertanyaan konselor

 

 

 

 

2.                   

Konseli berperilaku sopan kepada  konselor

 

 

 

 

3.                   

Konseli bersedia mengisi informed consent

 

 

 

 

4.                   

Konseli menyanggupi kesepakatan proses konseling

 

 

 

 

5.                   

Konseli mampu meluapkan kegelisahnnya

 

 

 

 

6.                   

Konseli mengungkapkan masalah yang dirasakan

 

 

 

 

7.                   

Konseli menyampaikan upaya yang sudah dilakukan klien

 

 

 

 

8.                   

Konseli dapat menilai derajat masalah

 

 

 

 

9.                   

Konseli mampu mengungkapkan hal-hal yang ingin dicapai

 

 

 

 

10.               

Konseli mampu menetapkan tujuan yang ingin dicapai

 

 

 

 

11.               

Konseli mampu menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan

 

 

 

 

12.               

Konseli dapat mempertimbangkan keuntungan dan kerugian masing-masing alternatif

 

 

 

 

13.               

Konseli mau menerima tugas/ pekerjaan rumah dari alternatif solusi

 

 

 

 

14.               

Konseli mampu mengungkapkan garis besar proses konseling

 

 

 

 

15.               

Konseli dapat menilai ulang derajat setelah proses konseling

 

 

 

 

16.               

Konseli memutuskan adanya konseling selanjutnya (bila diperlukan)

 

 

 

 

17.               

Konseli yakin dapat mengaplikasikan solusi yang telah ditetapkan

 

 

 

 

  E. Lembar Evaluasi Hasil

Layanan Konseling Lembar Evaluasi Hasil

 

Nama Konseli 

 

: ………………………………………………………………….

Permasalahan 

 

: ………………………………………………………………….

Nama Konselor

 

: ………………………………………………………………….

Penggunaan Teknik

 

: ………………………………………………………………….

Petunjuk Pengisian

 

 Berikan tanda ceklis (√) pada kolom jawaban yang tersedia, dengan kriteria sebagai berikut :

STS, jika         : Keadaan tersebut 0 – 25% sesuai dengan kondisi diri anda

TS, jika            : Keadaan tersebut 26% - 50% sesuai dengan kondisi diri anda

S, jika              : Keadaan tersebut 51% - 75% sesuai dengan kondisi diri anda

SS, jika            : Keadaan tersebut 76% - 100% sesuai dengan kondisi diri

No

Pernyataan

STS

TS

S

SS

    1.

Saya yakin jika setiap masalah memiliki solusi

 

 

 

 

2.

Saya mengetahui apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah

 

 

 

 

3.

Dengan kemampuan yang saya miliki, saya mampu menentukan solusi

 

 

 

 

4.

Lebih baik mencari solusi daripada meratapi masalah yang dimiliki

 

 

 

 

5.

Solusi yang saya dapat dari proses konseling bermanfaat bagi saya

 

 

 

 

6.

Saya nyaman mengikuti proses konseling

 

 

 

 

7.

Setelah mengikuti layanan konseling saya merasa lega

 

 

 

 

8.

Saya merasa senang karena dalam layanan konseling saya diterima dengan baik

 

 

 

 

9.

Saya tahu apa yang harus saya lakukan setelah mengikuti proses konseling

 

 

 

 

10.

Saya akan fokus mengembangkan kelebihan saya

 

 

 

 

11.

Saya akan mempertimbangkan resiko dari setiap keputusan yang saya ambil

 

 

 

 

                 

Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Mukhamad Fadhir merupakan mahasiswa Pascasarjana (S2) Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2022 Universitas Negeri Yogyakarta, lahir di Tuban pada tanggal 01 April 1998.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.